Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts
Sunday, November 10, 2013
5 Tips Menjaga Klien Tidak Lari
Ada sebuah pepatah terkenal: mencari pelanggan baru adalah sulit, tapi menjaga pelanggan yang sudah ada adalah jauh lebih sulit. Kalimat ini mungkin ada benarnya, bahkan ada yang mengatakan: bahwa mencari pelanggan baru itu mudah, yang sulit adalah mempertahankan pelanggan yang sudah ada.
Hal ini menunjukkan bahwa diperlukan upaya-upaya khusus, agar pelanggan / klien tidak beranjak meninggalkan kita, dan terus menggunakan jasa atau menggunakan produk yang kita miliki.
Sebelumnya, saya sudah mengupas tips sukses menjadi freelancer. Nah, kali ini saya ingin berbagi beberapa tips sederhana untuk menjaga hubungan baik dengan klien. Intinya adalah hubungan yang kuat dan baik antara kita dengan para pelanggan / klien.
Tips ini sebenarnya adalah prinsip-prinsip umum dalam seni komunikasi bisnis, karena itu apapun bentuk usaha dan pelayanan anda, anda bisa menerapkan tips ini. Namun, karena saya sendiri adalah seorang freelancer, maka di sini saya lebih menekankannya kepada para freelancer, sebagai bekal mencapai kesuksesan.
1. Panggil klien dengan nama
Ini adalah hal terpenting dalam menjaga komunikasi dan hubungan yang kuat. Orang akan merasa dihargai ketika dipanggail dengan namanya, sehingga mereka akan merasa dekat dan membuka diri. Yang aku maksud disini, bukannya kita memanggil dengan nama saja, tetap kita harus menjaga sopan santun dalam komunikasi. Misalkan bila klien usianya jauh lebih tua, kita dapat memanggilnya dengan Pak Budi, Mas Budi, dan sebagainya.
Namun demikian, apabila klien berasal dari negara-negara Eropa (barat), menurut pengalaman saya, mereka lebih suka langsung dipanggil namanya saja. Gunakan sapaan seperti : "Dear Pete", "Hi Peter" itu akan membuat suasana lebih akrab, jauh lebih baik dibanding dengan "Dear hiring manager". Tidak ada sentuhan personal, dan itu tidak baik dalam manjaga komunikasi yang berkualitas.
2. Ngobrollah dengan klien
Selain membicarakan proyek yang sedang digarap, sesekali anda perlu membicarakan hal-hal kecil di luar itu. Tanyakan berapa lama sudah menekuni bisnis ini misalnya, apa rencana ke depan bila job ini telah selesai dilaksanakan, dan sebagainya. Tapi perlu juga diingat, jangan terlalu berlebihan melibatkan diri dengan hal-hal yang terlalu pribadi, cukup pembicaraan ringan tentang hal-hal ringan. Ini sangat baik dalam rangka menjaga hubungan dan komunikasi.
3. Tawarkan bantuan
Bila anda sudah cukup mengenal klien, dan mungkin sudah beberapa kali dia menggunakan jasa anda, tidak ada salahnya anda memberikan hal lebih, meski itu tidak ada dalam kontrak kerja. Seperti misalnya, anda mendapatkan kontrak desain logo, begitu logo telah selesai dibuat, klien merasa perlu mengganti logo yang lama di situsnya dengan logo baru yang anda buat. Dan klien butuh seseorang untuk melakukannya. Jika memang anda bisa, kenapa tidak? Tawarkan bantuan anda. Dan katakan anda tidak perlu dibayar untuk itu. Tentu saja, karena sifatnya bantuan atau katakanlah service lebih, tawarkan bantuan yang sifatnya ringan-ringan saja. Yakin dengan cara demikian, anda akan memiliki hubungan yang kuat lagi dengan klien anda.
4. Selalu memberikan hasil terbaik
Betapapun kita mampu melakukan komunikasi yang baik dengan klien, itu semua tidak berarti bila kita tidak berusaha untuk selalu dan selalu memberikan layanan dan outcome terbaik kita. Hasil kedua kita harus sama baik dengan hasil yang pertama, tidak ada penurunan standar kualitas. Kenapa saya perlu menyampaikan ini? Karena biasanya, karena kita mengangap telah memperoleh kepercayaan dari klien, ketika mendapatkan job kedua, ketiga dan seterusnya, kita tidak lagi berusaha sekeras yang pertama kali. Yakinlah, itu adalah salah. Yang benar adalah, sepanjang waktu, kualitas terbaik adalah hal mutlak.
5. Tanyakan apa lagi yang bisa anda lakukan untuk kemajuan bisnis si klien
Ini hal terakhir yang perlu juga anda lakukan. Tanyakan kepada klien, setelah selesai suatu kontrak, apalagi yang bisa anda lakukan untuk kemajuan usahanya. Jika ada, berikan juga ide dan saran anda agar klien mendapatkan yang terbaik. Biasanya, dengan cara ini, saya mendapatkan job tambahan, bahkan job di luar bidang keahlianku sendiri. Kenapa demikian? Karena dengan ini, klien merasa bahwa kita peduli dengan keberhasilan mereka.
Itulah beberapa tips sedarhana dalam menjaga kualitas hubungan dengan klien. Jika kita bisa melakukannya dengan baik, bukan saja kita bisa mempertahankan klien yang sudah ada, tapi kita juga akan kebanjiran job baru dari klien baru hasil dari rekomendasi mereka. Semoga bermanfaat.
Salam.
Thursday, October 24, 2013
Tips Cara Mencegah Gigi Berlubang
Gigi berlubang merupakan salah satu penyebab gigi bisa menjadi sakit. Seperti yang sudah kita ketahui, jikalau menderita sakit gigi aduh sangat sakit rasanya. Walau ada lagu yang mengatakan lebih baik sakit gigi daripada sakit hati, mungkin penyanyinya belum pernah merasakan sakit gigi. Hehehe. Nah, salah satu penyebab kebanyakan sakit gigi adalah gigi berlubang. Lalu bagaimana sih cara mencegah gigi berlubang ?
Read More..
![]() |
| Gigi Berlubang |
Artikel tentang tips cara mencegah gigi berlubang ini akan menjadi artikel pertama yang membahas segala sesuatu tentang gigi yang akan coba tulis. Pada serial tentang gigi ini, akan membahas tentang tips cara mencegah gigi berlubang, cara mengobati sakit gigi secara alami, cara mengatasi dan menghilangkan gigi kuning dan tak ketinggalan juga tips cara menghilangkan bau mulut.
Pada saat ini, akan berfokus pada cara mencegah gigi berlubang. Mengalami gigi berlubang bisa merupakan salah satu bencana yang menimpa kita. Selain sakitnya yang luar biasa, gigi berlubang juga dapat menyebabkan timbulnya bau tak sedap dan juga dapat menyebabkan beberapa penyakit lain. Pada intinya, gigi berlubang terjadi karena kurangnya perawatan gigi dan juga konsumsi makanan yang tidak baik untuk kesehatan gigi. Yuk kita lihat bersama beberapa tips cara mencegah gigi berlubang.
Tips Cara mencegah gigi berlubang :
- Rajin menggosok gigi. Rajin menggosok gigi dua kali sehari dapat mencegah timbulnya plak dan gigi berlubang. Cara menggosok gigi yang benar adalah menggosok gigi dari atas ke bawah untuk menjangkau bagian-bagian gigi yang tidak terjangkau dan tak lupa pula gosoklah lidah dikarenakan lidah mengandung lebih banyak bakteri yang menyebar pada bagian mulut.
- Berkumurlah dengan rajin. Anda dapat menggunakan obat kumur yang beredar dipasaran yang mengandung antimikroba. Selain itu, anda dapat pula berkumur menggunakan air teh tanpa gula dimana teh tawar dapat membantu remineralisasi pada gigi dan juga menjaga kesehatan gigi.
- Hindarilah sebisa mungkin rokok dan minuman berkarbonasi. Kedua sumber ini dapat meningkatkan iritasi pada gusi, lidah serta jaringan mulut yang lain.
- Hindarilah sebisa mungkin makanan yang banyak mengandung gula dan lengket. Makanan yang mengandung gula secara otomatis membantu mulut memproduksi asam. Asam ini akan menyebabkan proses demineralisasi atau proses melepasnya mineral dari gigi.
Demikianlah beberapa tips cara mencegah gigi berlubang. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda dan juga dapat mencegah timbulnya gigi berlubang.
Tips Budidaya Jahe Merah

Potensi bisnis jahe merah semakin mendapatkan tempat di mata konsumen. Meski khasiat jahe sudah dikenal sejak bertahun-tahun yang lalu, trend produksi obat herbal turut memberikan andil populernya olahan dari jahe. seperti yang sudah banyak diketahui olahan jahe mampu memberikan efek yang baik bagi tubuh manusia diantaranya menambah stamina dan vitalitas tubuh. Salah satu jenis jahe yang sering dibudidayakan adalah jahe merah atau yang disebut dengan Jahe Sunti. Ciri dari Jahe ini adalah rimpangnya kecil,warnanya kuning kemerahan, seratnya kasar, rasanya sangat pedas dan aroma yang sangat tajam.
Untuk menghasilkan produksi Jahe Merah yang baik diperlukan tanah yang banyak mengandung bahan organik atau humus dan drainase yang baik. Jahe merah sangat cocok ditanam pada daerah yang beriklim sejuk dengan ketinggian 500-100 m dpl. Meski demikian sebenarnya Jahe Merah bisa juga tumbuh dan berkembang pada dataran rendah.
Cara Menanam Jahe Merah
Pada umunya Tanaman jahe diperbanyak secara vegetatif dengan menggunakan rimpang. Sebelum Jahe Merah ditanam terlebih dulu disiapkan lahan dengan membuat bedengan pada lahan yang dibentuk dengan lebar 80 – 100 cm dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan, jarak antar bedengan 40 – 50 cm. Pada bedengan dibuat alur sedalam 10 – 15 cm sebagai lubang tanam kemudian bibit ditanam sedalam 3 – 5 cm dengan tunas menghadap ke atas. Setelah tanam dapat diberi mulsa jerami, daun kelapa atau daun pisang terutama pada daerah-daerah yang penyinarannya cukup tinggi.
Setelah tanaman Jahe merah ditanam, taham selanjutnya adalah tahap pemeliharaan. Pemeliharaan meliputi penyulaman untuk mengganti tanaman jahe yang tidak tumbuh atau perkembangannya kurang baik. Langkah lain adalah penyiangan tanaman jahe merah,agar tidak terganggu oleh gulma. Penyiangan sangat penting dilakukan pada 3 bulan pertama.
Pada usia satu bulan setelah tanam, pemupukan jahe merah perlu dilakukan dengan pupuk urea dan KCL. Jumlah pemupukan urea 400 kg/ha dan KCL 300 kg/ha. Pada saat usia jahe merah 3 bulan dilakukan pemupukan kembali dengan urea 400 kg/ha.
Panen Jahe Merah
Tanaman jahe umumnya dipanen tua setelah berumur 8 – 10 bulan saat kadar oleoresin optimum ditandai dengan rasa pedas dan bau harum. Khusus untuk jahe gajah bisanya dipanen disesuaikan dengan tujuan pemanfaatannya. Kemampuan produksi budidaya jahe jahe merah dan jahe emprit adalah 10 – 15 ton / ha.
Subscribe to:
Posts (Atom)
