Showing posts with label bisnis. Show all posts
Showing posts with label bisnis. Show all posts
Thursday, November 7, 2013
Bisnis pisang goreng kreatif

Bisnis pisang goreng yang kreatif dan inovatif. Alngkah hebat dan beruntungnya orang yang mampu menjadikan sesuatu yang biasa menjadi sesuatu yang luar biasa. Yaitu mengubah sesuatu yang tadinya dianggap tidak spesial menjadi sesuatu yang sangat spesial.
Sama halnya seperti ketika membuka suatu bisnis atau usaha. Bila bisnis tersebut yang tadinya biasa-biasa saja serta keuntungannya juga tidak istimewa. Tetapi tiba-tiba bisnis tersebut berubah menjadi bisnis yang luar biasa menguntungkan dan menjadi sangat istimewa. Tentu itu semua tidak datang secara tiba-tiba. Karena semuanya itu butuh suatu krativitas serta inovasi.
Seperti halnya presenter, komedian serta pesulap Uya Kuya yang membuka suatu bisnis yang awalnya bisnis tersebut biasa-biasa saja. Tetapi sekarang bisnis itu telah diubah menjadi bisnis yang sangat menguntungkan bagi Uya Kuya yaitu bisnis pisang goreng, Menguntungkannya bisnis jualan pisang goreng tersebut menjadikan Uya Kuya sekarang sudah mempunyai puluhan outlet di Jakarta dan belum lagi di kota-kota lain.Sebenarnya Uya Kuya berjualan pisang goreng yang seperti apa ya? Dia menjual pisang goreng yang memiliki banyak rasa. Ada yang rasanya coklat, stroberi, keju dan masih banyak lagi yang lainnya. Serta tidak hanya soal rasa, karena masih banyak inovasi yang diakukan oleh Uya Kuya dalam hal menjadikan bisnisnya.
Nah, kira-kira ingin tidak membuat bisnis seperti bisnisnya Uya Kuya, yang mungkin di tempat anda bisnis tersebut merupakan bisnis yang tidak menjanjikan. Bila memang ingin menjalankan bisnis tersebut, anda dapat menjual pisang goreng. Seperti pisang goreng kremes, pisang goreng keju, pisang goreng kipas, pisang goreng pasir, pisang goreng nugget, pisang goreng crispy yang mempunyai aneka macam rasa.Untuk resep-resep atau cara membuatnya, anda dapat mencari sendiri di internet. Karena banyak sekali resep atau cara membuat pisang goreng yang dapat anda peroleh.
sumber : http://peluang-usaha-bisnis-sampingan.blogspot.com/2012/10/membuka-bisnis-pisang-goreng-yang.html
Thursday, October 24, 2013
Bisnis Jamur Tiram Tak Akan Suram
Belum banyak yang tahu, ternyata jamur tiram adalah bisnis yang sangat menjanjikan. Kabarnya, jamur tiram akan dijadikan tanaman pangan masa depan.
Dari Cisarua-Bandung Barat, Sabili berkesempatan berkunjung ke sebuah tempat usaha budidaya jamur tiram milik Haji Djuhiya, pensiunan polisi (ajudan inspektur) yang mendapat penghargaan Satya Lencana Pembanguan oleh Presiden RI ke-2 Soeharto. Belum banyak yang tahu, ternyata jamur tiram adalah bisnis yang sangat menjanjikan. Kabarnya, jamur tiram akan dijadikan tanaman pangan masa depan.
Kerap orang menilai, masa pensiun adalah masa dimana seseorang tidak lagi berguna dan produktif. Boleh jadi benar, tapi hal itu tidak berlaku bagi Haji Muhammad Djuhiya. Di Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, Djuhiya membuat kelompok Citra Jamur Lestari. Kelompok ini membudidayakan jamur kayu tiram putih yang bergizi tinggi untuk memenuhi pasar lokal dan ekspor.
Awalnya, Djuhiya tidak menanam jamur. Ia semula dikenal sebagai peternak ayam, sapi dan sayur mayur. Usaha jamur tiram baru ia geluti sejak tahun 1991, sesudah memasuki masa pensiun.
“Saya mempelopori ayam ras. Bahkan saya mendapatkan penghargaan sebagai peternak teladan nasional, khususnya sapi perah. Iseng-iseng, saya mencari inovasi baru dengan menanam jamur tiram. Ketika itu sudah ada yang menanam jamur, tapi tidak berkembang,” ungkap Djuhiya.
Bermula dari langseng nasi, Djuhiya memindahkannya ke drum, hingga ia punya ruang-ruang khusus pembudidayaan jamur dengan menggunakan pollibag. Ia juga mendapat bantuan modal dari bank. Singkat cerita, Djuhiya sukses sebagai petani jamur tiram.
Mengikuti jejak Djuhiya, kini terdapat 600 petani yang berusaha jamur, mulai dari Cisarua, Parongpong, dan daerah lainnya. Jika digabung dalam sehari bisa menghasilkan 10-15 ton jamur tiram. Sebelumnya hanya sekilo–dua kilo.
Permintaan dari luar negeri sebesar 8 ton per bulan belum bisa dipenuhi, Djuhiya menjelaskan.
Ketekunannya membudidayakan jamur tiram, menghantarkan Djuhiya menjadi petani sukses. Ia pernah mendapatkan penghargaa Satya Lencana Pembangunan dari Presiden Soeharto pada 1997. Dari pergulatannya dengan bisnis jamur, kakek berumur 73 tahun dengan 26 cucu dan bercicit 9 itu sempat berkeliling dunia dari Asia, Eropa hingga Afrika. Selatan, Zambia, Sudan, Tanzania, Kenya, Uganda, dan Makkah.
Dalam rangka Hari Pangan se-Dunia di Roma, Djuhiya juga mendapatkan penghargaan dari FAO tahun 1985. Rencananya, Djuhiya diundang untuk menjadi pembicara di Cina.
Djuhiya kini memiliki lahan seluas 1,5 hektare, menyatu dengan tempat tinggalnya. Dalam kesempatan itu, saya diajak keliling ke tempat penanaman budiaya jamur tiram, dengan ruang-ruangnya, mulai dari pembibitan, inkubasi, dan produksi. Adapun media yang digunakan adalah serbuk gergaji, dedak, dan kapur.
Budidaya Jamur Tiram
Tahapan budidaya jamur, antara lain: membuat media dari serbut gergaji dicampur kapur dan dedak, lalu diaduk dan diayak dengan sedikit air/dibasahi; sterilisasi selama 5 jam dengan 100 derajat, dalam karung atau plastic; setelah dingin diinokulasi/masukin bibit; lalu masukan kapas, ikat dengan karung; disimpan di ruang inkubasi selama 2 bulan, baru kemudian dipanen.
Dalam satu hari, Djihiya menghasilkan 300 kilo jamur. Untuk menghasilkan jamur yang bagus, harus memiliki kelembaban suhu 18-25 derajat. Adapun biaya operasionalnya membutuhkan 80 karung serbuk gergaji.
Kiat sukses Djuhiya sebagai petani jamur adalah telaten, kerja keras dan jujur. “Ada modal tidak ada akal gagal, ada akal tanpa modal tidak terwujud, punya akal dan ilmu tapi tidak punya modal tidak terwujud. Bagusnya ada modal ide mekar,” ujar Djuhiya yang berpendidikan akhir Sekolah Rakyat (SR).
Di antara banyak jenis jamur yang sekarang sedang baik prospeknya adalah Jamur Tiram Putih/Shemeji (Pleuratus Astreatus). Jamur ini disebut juga jamur kayu, karena tumbuh pada media kayu lapuk. Jenis jamur kayu lainnya adalah jamur kuping jamur shitake, dan jamur Gauderma.
“Yang paling gampang dipasarkan adalah jamur tiram. Kini anak saya yang paling tua, H. Rahmat lebih maju usahanya,” ujar lelaki kelahiran Bandung 15 Mei 1930. , pendidikan akhir Sekolah Rakyat (SR).
Perhimpinan petani Jamur tiram yang diketuainya (Yayasan Yampi) pernah menyumbang 100 ribu ton gabah kering ke Afrika senilai 17 M. Banyak petani Indonesia yang mendapatkan kesempatan mengajar ke Afrika. Adapun biayanya ditanggung oleh negara.
Permintaan akan jamur siap panen dalam polybag tersebut, menurutnya, sangat tinggi, hanya saja ia belum mampu menyediakannya. Di rumahnya, tempat budidaya jamur tiram sampai saat ini, Djuhiya telah banyak memberikan pelatihan-pelatihan pada mahasiswa tentang budidaya jamur tiram juga sebagai tempat PKL, sumber bahan penelitian dan konsultasi teknologi serta menjadi tempat tujuan agrowisata yang sering dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah di Cisarua.
“Banyak pemuda, baik dalam dan luar negeri yang belajar dengan saya. Mereka belajar 2-4 bulan. Menariknya, pemuda Afrika pun jauh-jauh datang ke Bandung untuk belajar budidaya jamur tiram.” (Adhes/emy)
Sumber : sabili.co.id
Diambil dari: bisnisjamurtiram.blogspot.com
Subscribe to:
Posts (Atom)